ketika lo temenan sama orang pemimpi, lo bakalan yakin kalau mimpi itu, sebesar apapun, pasti akan bisa diwujudkan. - @aaaishy
freud menngatakan bahwa mimpi itu ada dua bagian. the manifest dan the latent content. manifest adalah bagian-bagian dari mimpi yang ketika bangun dapat kita ingat kembali, bahkan dapat dengan mudah kita ceritakan kepada orang lain. freud beranggapan bagian manifest tidak berarti apa-apa, karena bagian ini hanya menyamarkan arti sesungguhnya dari mimpi tersebut. sedangkan the latent content memegang arti sesungguhnya dari sebuah mimpi, keinginan dan pemikiran terlarang kita.
itu adalah teori freud mengenai mimpi, namun jika diumpamakan di kehidupan nyata, apakah anda orang yang menjalani hidup sesuai dengan manifest anda? anda menutupi arti sesungguhnya dari mimpi anda? atau anda seorang yang berani untuk mewujudkan keinginan dan pemikiran terlarang anda sehingga dapat mengetahui arti mimpi yang sesungguhnya?
saya baru saja memikirkannya tadi siang, ketika mimpi saya mudah digapai dan umum diimpikan, usaha yang saya lakukan untuk mencapai mimpi tersebut dapat saya ukur, dan ketika akan menggapainya saya hanya akan mengeluarkan energi sebesar perkiraan saya.
namun ketika mimpi itu terdengar kurang realistis, dan orang menganggapnya mustahil, saya tidak dapat mengukur seberapa besar usaha yang saya butuhkan, sehingga membuat saya berusaha keras untuk menggapainya. semakin keras usaha yang saya lakukan, semakin terasa bahwa mimpi tersebut memang berharga untuk saya, dan saya yakin dapat mengetahui mengenai makna hidup yang sesungguhnya ketika saya telah menggapai mimpi itu.
bicara tentang mimpi, teman dari teman saya memiliki mimpi yang hebat, kalau dibaca dan diresapi, bagi anda penganut paham realist, "apasih lo, bercanda banget deh. mimpi tuh yang gampang, timelinenya jelas, tujuannya jelas."
tapi bukankah mimpi itu bunga tidur? memang. tapi ketika anda bangun di mimpi yang jadi nyata, andalah orang yang paling bahagia.
i'd love to see you in france on 2017, if we are meant to be :)
mojito mint beer
ife of superb fierce hijabers, undergraduate psychology student, part time stalker, and a girl with mood swing disorder #500daysofsummer and #zebra
Kamis, 31 Mei 2012
Senin, 28 Mei 2012
saya
mengidolakan beberapa tokoh wanita masa kini, ada kesamaan diantara
mereka, yaitu sukses dan lajang.
menyoroti
trend wanita karir dan pilihan hidup melajang. mereka sukses secara karir dan
materi, tapi untuk pasangan hidup, ada yang bercerai dan ada yang masih lajang
di usia 30. muncul pertanyaan Is it impossible for a girl to have a
great career and a great relationship?
menurut
harlock (1980) tugas perkembangan dewasa awal (20-40) antara lain mulai
bekerja, memilih pasangan, mulai membina keluarga, mengasuh
anak, mengelola rumah tangga, mengambil tanggung jawab sebagai warga
negara, dan mencari kelompok sosial yang menyenangkan.
Sosiolog
perkotaan dari FISIP Universitas Indonesia, Dr. Linda Darmajanti Ibrahim,
MT, yang dikutip dari femina.com , memaparkan di era ’70-an dan awal
’80-an wanita rata-rata menikah di usia belasan tahun. Memasuki pertengahan ’80-an,
’90-an, hingga sekarang, usia pernikahan terus bergeser mundur ke atas 20
tahun. Bahkan, di kota besar, pada strata masyarakat menengah ke atas, kisaran
usia nikah bisa mencapai 25-30 tahun ke atas, tambahnya.
ingat
kartini? ingat bagaimana beliau menuliskan mengenai sulitnya perempuan
mengenyam pendidikan pada masa itu? di tahun 2012 ini, tidaklah mustahil bagi
perempuan untuk meraih gelar lebih tinggi dari laki-laki. hal ini, menurut saya
mungkin menjadi faktor yang membuat perempuan merasa superior dan merasa dapat
hidup mandiri tanpa adanya keharusan membangun rumah tangga dan bergantung
kepada laki-laki.
adapun
yang saya pelajari di kelas adalah mengenai piramida maslow mengenai self
actualization, atau aktualisasi diri. kesempatan menapaki jenjang
pendidikan yang lebih tinggi, mudahnya kita mendapat beasiswa, atau mendapat
jabatan tertentu di tempat bekerja. adalah hal-hal yang dapat memenuhi jenjang
aktualisasi diri. namun jenjang love and belonging mungkin
telah terlewat dan dirasa oleh kaum hawa cukup dengan mendapat cinta dari
keluarga dan teman.
namun,
menurut saya, seiring dengan perkembangan zaman dan regulasi informasi,
terjadilah pergeseran-pergeseran nilai dalam masyarakat. zaman dahulu, usia 18
belum menikah adalah suatu hal yang tabu di masyarakat, nenek saya dari ibu dan
ayah, keduanya menikah di umur 16 tahun. tapi kini, mungkin menikah sudah
bergeser makna jadi pacaran. anak perempuan umur 12 tahun (SMP) jika belum
pernah berpacaran di usia tersebut akan dicemooh oleh teman-temannya.
permasalahan
yang muncul adalah masalah persepsi perempuan karir dalam mencari pasangan. ada
faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi perempuan mencari pasangan,
menurut jurnal perkembangan faktor internal
antara lain self concept, body image, motivasi, believe, value,
dan pengalaman. sedangkan faktor eksternal adalah keluarga, teman, dukungan dan
penerimaan sosial.
sedikit
berpendapat mengenai dongeng urban, pada jaman dahulu prince charming adalah
laki-laki yang tampan dan kaya raya yang bisa membuat hidup kita bahagia.
namun happily ever after zaman sekarang akan didapat
ketika wanita karir yang sukses dapat mempersatukan egonya dengan lelaki yang
juga sukses secara finansial dan karir dalam pernikahan (yang biasa disebut
oleh infotainment ikatan suci)
dongeng
ini saya temukan di keluarga saya sendiri, ibu saya seorang dosen yang
mengenyam gelar guru besar di universitas negeri di bandung, ayah saya lulusan
strata satu. namun alhamdulillah, saya bersyukur tahun ini kedua orang tua saya
akan merayakan ulang tahun pernikahan ke 22. bagaimana ayah saya tidak merasa
rendah diri dengan status guru besar yang ibu saya, dan ibu saya juga tidak
merasa menjadi lebih superior dengan pendidikannya, merupakan kebanggaan
tersendiri bagi saya.
sejujurnya
muncul ketakutan saya untuk menjadi lajang, karena selalu ada pertanyaan besar
yang muncul di benak saya
where
do i see myself five years from now?
menikah
dan menimang bayi kecil atau menjadi headline di koran dengan tajuk successful
single women dan memundurkan social clock menikah menjadi 27 tahun.
Sabtu, 26 Mei 2012
MY REVIEW
dari beberapa bulan yang lalu, timeline saya sudah dipenuhi oleh
kelucuan akun anonim @gelologi. tapi saya pikir, buat apalah saya follow, hidup
saya sedang senang saat itu. belum butuh hiburan.
tidak terfikir dibalik
akun anonim yang katanya memiliki 14 admin (walau yang saya singkap baru admin
twitcaster, blackberry, dan YM) tersebut ternyata memiliki usaha yang kreatif
dan inovatif.
saya kira dulu kape adalah
saung-saung yang ada di kampus, dan teman-teman fakultas geologi menyebutnya
dengan kape. namun ternyata kape adalah coffee house yang
katanya (karena saya belum pernah kesana) di dekat yomart indomaret
hegarmanah. banyak hal menarik di kape menurut saya. saat semua tempat makan di
jatinangor berlomba-lomba menyediakan fasilitas wifi, kape dengan kreatifnya
memberikan fasilitas yang lebih berupa 3D TV :O :O woooow, bisa melihat chuck
norris in 3D ! hahaha.
selain itu kape gelologi
juga buka dua puluh empat jam dan bisa delivery! woooow :O baru saja kemarin
saya mengahbiskan malam di jatinangor, dan jam setengah satu malam terbangun
kelaparan diantara dinginnya malam jatinangor. mau keluar sudah malam, mau
makan tidak ada makanan, tidak makan nanti mati kelaparan.
i have no idea what to eat at kape, kesana aja
belum pernah. yang saya pikirkan adalah semua restoran pasti punya menu nasi
goreng, jadi saya dengan pedenya sms : “punten kalau kape jam segini bisa
deliperi ga? kalau nasgor adanya nasgor apa aja yah? ada milo ga?” dan dalam
satu menit, SMS BALASAN DITERIMA, hahaha. i’m so
excited, karena pengalaman saya delivery makanan di jatinangor itu
benar-benar meguras hati. sms belum tentu dibalas, makanan belum tentu dikirm.
pengalaman saya deliperi kape, selain fast respond, mamangnya mau saya
tanya-tanya tentang menu, dan makanan langsung ada di tangan saya tujuh belas
menit kemudian. padahal itu saya sms jam 01,08 pagi.
sekarang ada menu ini,
jadi saya tahu makanan apa saja yang dijual di kape.
tempatnya
yang cozy dan nyaman (kalau saya lihat dari twitpic review @gelologi) sangat
tepat untuk kumpul-kumpul dengan kerabat. selain itu kape juga menyediakan
white board bagi teman-teman yang ingin melaksanakan rapat disana. oke
@spacion3ON3 nanti rakor disana yah :D
kape
juga sering mengadakan acara no-bar atau diperpanjang dengan nonton bareng.
semoga nanti ada kegiatan nonton bareng final NBA ya mamang. ini request saya
:) hehe.
Gelologi.com merupakan
bisnis kreatif yang memadukan coffee house, distro, bisnis online dan delivery
yang menjadikan tempat ini sangat cocok untuk nongkrong bagi para anak muda
ataupun kaum professional lainnya serta memberikan kemudahan dalam pemenuhan
kebuthan masyarakat modern. Gelologi.com berlokasi di Jalan Raya Jatinangor no.
226A (depan gerbang kampus UNPAD),. Letaknya yang stratgis menjadikan tempat
ini mudah untuk dikunjungi.
(via gelologi.com)
gelologi memberi kemudahan kepada anak kost untuk
melakukan grocery shopping karena
barang-barang yang dibeli lewat gelologi.com bisa diantar sampai kedepan pintu
kamar anda :)
gelologi.com juga telah
menawarkan untuk teman-teman yang berminat menitip jual barang di web mereka,
saya tertarik menjual kamera lomo saya. tapi sepertinya saya melewatkan cara
menjual barangnya di akun twitter gelologi :|
so far, sangat terhibur
dengan kelucuan tweet-tweet mereka dan bisa diketahui juga bahwa
ternyata selain sering melakukan modus dan melakukan flirting kepada followers
:P akun ini memiliki segudang kegiatan positif yang menghasilkan profit. sukses
terus gelologi !
Langganan:
Postingan (Atom)


